PERPUSTAKAAN JAWA TENGAH SALING BELAJAR TIPS & TRIK CAPAIAN DAN TANTANGAN SERTA SOLUSI PEMECAHANNYA

SHARE

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan acara Peer Learning Meeting Tingkat Provinsi di Jawa Tengah di Hotel MG Setos Semarang. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 2-3 Agustus 2022 ini menghadirkan perpustakaan mitra program TBIS yang tergabung di tahun 2022 dan tahun sebelumnya. Peserta PLM adalah mereka yang sudah diajarkan Strategi Pengembangan Perpustakaan melalui Bimtek SPP dan TIK beberapa waktu lalu.

Kegiatan PLM provinsi Jawa Tengah dibuka secara resmi oleh Ibu Sapta Hermawati, SH,MM selaku Plh. Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Adapun peserta yang mengikuti adalah peserta perwakilan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Surakarta, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Pekalongan, Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kota Semarang, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Tegal, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Magelang, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Salatiga, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Perpustakaan Desa Loram Wetan dan Perpustakaan Desa Undaan Tengah.

Dalam ajang tersebut peserta diajak untuk menyampaikan capaian beserta tips dan trik dalam mengimplementasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Selain itu juga para peserta saling berbagi tantangan dan bagaimana solusi pemecahannya. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat implementasi program TPBIS ini tidak sama di lapangan. Sehingga dirasa perlu untuk adanya proses saling belajar antara perpustakaan satu dan perpustakaan lainnya. Selain itu juga dipamerkan produk hasil belajar di perpustakaan yang sudah mengimplementasikan program TPBIS ini. Juga dihadirkan penerima mafaat dari program yang kemudian memberikan testimoninya kepada semua peserta.

Kegiatan tersebut dipandu oleh 2 orang fasilitator yang sudah dipersiapkan dari Perpustakaan Nasional dan didampingi oleh Konsultan Program TBIS. Satu adalah Bapak Bambang Suratno dari Boyolali yang merupakan Master Trainer Nasional dan satu nya merupakan Ibu Ninik yang merupakan Fasilitator Daerah dari Dinas Kearsipan Dan perpustakaan Kabupaten Kudus.

Peserta yang hadir merasa senang dan sangat antusias berbagi pengalaman dan cerita mereka dalam implementasi program TBIS. Dalam kesempatan tersebut pula peserta didorong untuk aktif berkegiatan di perpustakaan dan melakukan publikasi serta promosi agar perpustakaan bisa menjadi pusat berkegiatan dan belajar masyarakat sehingga implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bisa terlaksana dengan baik khususnya di Jawa Tengah.

Yang terpenting dalam implementasi Program TBIS adalah munculnya impact sehingga manfaatnya bisa dirasakan betul oleh masyarakat. Ketika masyarakat sudah berubah hidupnya lebih baik melalui perpustakaan maka dengan begitu masyarakat bisa dikatakan lebih sejahtera.

Kegiatan ditutup oleh Kepala Biro Perencanaan Dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI Bapak Dr. Joko Santoso, M.Hum. selaku wakil dari Kepala Perpustakaan Nasional. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah dan penghargaan bagi perpustakaan terbaik dan teraktif.

Salam Literasi! Literasi Untuk Kesejahteraan!

 

Oleh : Fuad Sirojudin, S.I.Pust